Rangkuman sejarah muhammad saw

 

MEKKAH PRAWAHYU

2.1Bentuk Pemerintahan Masyarakat Kufar Quraisy

Mekkah dikenal sebagai Ummul Qura, atau ibukota. Inilah pusat propinsi Hijaz. kota ini didirikan oleh Nabi ibrahim as, tempat putranya Ismail berpindah pemerintahan di kota Mekkah Zaman sebelum islam dipegang oleh para pemimpin Quraisy, yaitu “mala” Mereka merupakan orang paling kaya dan terkemuka berusia empat puluh tahun ke atas. Al-Qur’an tak memberi banyak keterangan yang bisa menerangkan agak rinci mengenai keterangan kota mekkah tetapi dari catatan sejarah lain, kita dapat menarik kesimpulan bahwa pemerintahan dilaksanakan secara bersama-sama oleh para saudagar itu.

Pemerintah kota adalah gabungan pusaka gurun dengan kapitalisme kota. sifat berani , dendam, dan  keramahan badui. Bergabung dengan nilai kota yang minta tenang,bersatu, aman, dan stabil yang lahir dari kawin silang ini adalah blasteran tak bernama : suatu nilai yang di tumpulkan oleh kecanggihan kota internasional. Bisnis rumit yang disepuh dengan dengan keliaran Badui. Unsur polos Arab-kuno di poles dengan kecerdikan pengusaha . suatu hasil silang antara kepemimpinan Badui yang mesti memelopori balas dendam. Kekerasan dan perampokan, dengan semacam “walikota” yang cinta damai untuk mengamankan harta, transaksi dagang dan perjanjian internasional. Karena ketiadaan istilah untuk nama bentuk pemerintahan ini, maka lammes menggunakan istilah  “ Republik Saudagar”.

Mekkah menjadi jalur utama perdagangan dan menjadi pusat pertemuan para pedagangdari kawasan Laut Tengah, Teluk Parsi, Dan Laut Merah melalui jeddah, bahkan dari afrika. Dengan demikian mekkah berkembang menjadi pusat keuangan dari kepentingan internasional yang besar. Karena itu, bersamaan dengan berkembangnya perdagangan dan keuangan. Suatu pandangan hidup dan cara pandangnan baru pun muncul. Kerja komersial tentu mempunyai logikanya sendiri dan mengarkan masyarakat pada suatu cara hidup tertentu. Dinamika sosial masyarakat mekkah yang seperti  itu mengarahkan pada suatu kehidupan yang tidak selaras dengan keidupan masyarakat yang beralaskan norma-norma kesukuan.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat. Biaya kehidupan di mekkah menjadi masalah baru bagi suku-suku itu. Orang-orang badai itu mempunyai cara pandang dan etika kesukuan tertentu,misalnya watak egalitarian . mereka terbiasa bebas dari segala benyuk tanggung jawab kecuali sebatas apa yang menyangkut suku mereka. Kebutuhan mereka pun sangat sederhana sekedar melangsungkan kehidupan dan ditandai dengan tidak adanya ekonomi uang (cash ekonomi). Oleh karena iu , masalah akumulasi dan pemusatan kekayaan tidak muncul pada masyarakat Badui.

Di satu sisi masyakat pedagang tergantung pada perluasan ekonomi uang. masyakat ini mengembangkan lembaga-lembaga pemilikan pribadi, memperbanyak keuntungan menumbuhkan disparitas ekonomi dan pemusatan kekayaan Etika masyarakat perdagangan itu tentu saja bertabrakan dengan etika masyarakat kesukuan kebangkrutan sosial di mekkah. Sesungguhnya berakar pada konflik-konflik ini karena percepatan perkembangan operasi perdagangan beberapa pedagang yang memiliki kelihatan dari bebagai klan dan suku, terus-menerus memperbanyak kekayaan pribadi. Bahkan mereka membentuk koperasi (jaringan /konglomerasi) bisnis antar suku dan menerapkan monpoli pada kawasan bisnis tertentu di tempat asal mereka.

 

2.2   Ideologi Dan Kepercayaan

 Kepercayaan masyarakat Mekkah adalah sangt memegang teguh apa-apa yang telah digariskan secara turun-menurun dari klan maupun sukunya. Hal ini dapat di mengerti, melihat kondisi mayarakat Mekkah yang terbagi menjadi dua kubu, yaitu kelompok aristokrat (bangsawan pemegang kekuasaan pemerintahan ) elit yg menepati wilayah yg disebut “Batha”, yaitu bagian lembah yg agak datar di sekitar Ka’bah, berasal dari keturunan Qushay bin Killab, generasi ke-enam dari  Fihr. Di zaman Muhamad ada klan dari Quraisy ai Bathah, yg berdasarkan perkiraan kekuatan terdiri dari 15 klan. Kelompok atau klan inilah yg nantinya mempengaruhi kostitusi dan birokrasi politik Mekkah. Mereka kebanyakan diwakili olehpara pengusaha.

            Dan kepercyaan mereka adalah kekuatan (ideologi) ganda. Mereka percaya kepada allah sebagai pencipta alam. Bentuk kepercayaan tersebut divisualkan lewat penyembahan berhala . sebagaimana kepecayaan kaum hartawan pengusaha Mekkah . mereka bukan tidak mau menerima ajaran-ajaran keagaman Nabi. Sebatas ajaran-ajaran penyembahan kepada satu tuhan hal itu bukanlah sesuatu  yang merisaukan mereka y merisaukan merekajustru implikasi-implikasi ekonomi. Sosial dan politik dari risalah nabi terdapat suatu mengancam kepentingan-kepntingan mereka yg selama ini berjalan tanpa rintangan berarti. Ringkasnya mereka hanya menyembah allah sebatas ritual saja sedangkan penyembahan dalam konteks politik sosial dan ekonomi tidak dilakukan. Karena hal tersebut mengancam mereka sendiri.

2.3 Konstitusi,Birokrasi Politik Pemerintahan

            Kelompok strategis Qurasy  yg memiliki kepentingan pribadi atau kelompok melakukan suatu idang di pelataran Ka’bah dan memutuskan masalah besar dan kecil dengan kompromi. Biasanya, masalah baru dibahas bila timbul dgn tidak aada perencanaan khusus. Terkadang timbul pengelompokan, se[erti persekutuan fudha, tetapi jarang ada adu kekuatan dalam bentuk koalisi melawan koalisi. Denagn bujukan dan mungkiin sedikit ancaman, pemerasan atau kekuatan moral, pemerintah kota melaksanakan ketertiban. Semua dalam batas-batas konsensus untuk aklamasi pada saat seperti itu Mekkah seperti sebuah Republik Oligarki dgn para senator yg memiliki basis kekuatan pada anggota klanya. Tetapi tak ada atasan dan bawahan dan semua adalah “yang utama diantara yang sama”.

            Secara politis,kelompok strategis Quraisy ini menyadari bahwa kota Mekkah cukup beragam/pluralis baik suku, budaya, adat-istiadat, watak juga kepentingan kelompok masing-masingyg disimbolkan dengan berhala-berhala yang ada disekitar Ka’bah adalah rawan konflik. Maka untuk menjaga persatuan kesatuan dan keutuhan serta kepentingan nasional, yaitu Hubbal.

            Hubbal ini adalah pusat berhala di ka’bah. Dibalik kebesaran hubbal itulah kelompok strategis Quraisy yg dikuasai oleh para hartawan,pengusaha dan elit aristokrat merencanakan dan membuat kebijaksanaan pollitik pemerintahan dan mengendalikan masyarakat Mekkah demi kelanggengannyadan keamanan kekuasaan serta kepentingan mereka. Elainitu jabatan-jabatan yg mengatur birokrasi pemerintahan pun dibuat seperti : hijaba yg bertugas menjaga pintu ka’bah dan memegang kuncinya. Siqoya adalah yang menyediakan air tawar bagi mereka yg hendak berzirah ke ka’bah. Rifada adalah yang memberi makanan pd mereka semua. Nadwa adalah pimpinan rapat pada tiap tahun. Liwa adlah panji yg dipancangkan pada tombak lalu ditancapkan sebagai lambang tentara yang sedang menghadapi musuh. Dan Qivada adalah pimpinan pasukan bila menuju ke medan perang jabatan-jabatan penting tersebut dipegang oleh klan Qushay bin killab.

2.4  Aktivitas Muhamad Bin Abdullah  Pada Masa Jahiliyah.

            Semenjak kelahirannya pada hari senin 12 Robi’ul Awal Tahun Gajah. Perjalanan menuju syria dengan pamannya Abu Thalib. adalah pengalaman sekaligus pembentukan pertama Nabi Muhammad saw dalam interaksinya dengan dunia luar yang sarat akan akan pelajaran berharga. Bagaimana tidak, jalan kapilah yg di pilih adalah Kapilah Barat yang menyusuri Laut Merah. Melewati Madyan. Wali Qurra dan Hijr yang kelak dikenal dengan kisah Bani Tsamud dalam Alquran. mereka mampir di Bostra, kota tua berbenteng yang sejak dulu di bangun untuk menahan serangan Badui pedaleman yang tak pernah reda disini pula kemudian kerajaan gubernur Romawi Provisia Arabia memusatkan pasukan dan di masa kemudian menjadi pusat keuskupan yg berpusat di antiokia. dan bagi kapilah adalah pusat perdagangan paling rangai. Di Kota Bostra ini Muhammad melihat sudagar dan dagangan dari Romawi , Mesir, Persia. ia juga mendengar berita tentang agama atau  melihat gereja dan pendeta. tapi saat itu bukanlah perhatian seorang bocah. Lagi pula di usia 12th, seorang anak agaknya tidak memikirkan bagaimana mengubah dunia dengan cara menjadi Nabi.

            Perjalanan itu sangat mengesankan Muhammad, karena sebagai anak-anak, kali ini ia berkesempatan melepaskan keingintahuan atas alam sekitar , manusia akan perdagangan dan kepercayaan, mendengar percakapan rombongan kapilah dan malam hari mengenai kehidupan, kematian, dendam, cinta, keberuntungandan kemalangan hidup di gurun. Muhammad melewati masa hidupnya di dunia yang sama dengan dunia kita ada perang, ada damai, adadenam dan benci ada kekerasan dan ada unta, ada hartawan dan adayang melarat. Baragkali saja waktunya lebih kontras lebih kenal dan lebih menyakitkan.

            Dimasa remaja itu Muhammad ikut menyaksikan dan mengambil bgian peperangan antar suku , semacam penyakit menular di kalangan nomaden. dalam peperangan ini seluruh anggota Klan Quraisy bersatu menyeret induk sukunya. Kinanah dan bertempur matimatian melawan suku Qais. dan Muhammad ketika itu ikut mengumpulkan anak panah. dalam masa itu terjadi kesepakatan di rumah Abdullah Bin Jud’an antara berbagai klan Quraisy, yg di kenal sebagai koalisi (persekutuan) Fudhul (Hilf Al-Fudlul). koalisi ini di bentuk dg dasar perlindungan terhadap golongan yang lemah.

Dengan membentuknya koalisi tersebut, meupakan gambaran dari sisi lainkondisi kota Mekah sebagai mana di uraikan sebelumnya bahwa dengan terbentuknya koorporasi bisnis antar suku antar menerapkan monopoli pada  kawasan bisnis tertentu dikota asal mereka. maka orang orang lemah tersingkir dari persaingan ini mencoba membentuk asosiasi, liga, persekutuan antar koalisi pudhul. demikian pula orang-orang miskin, lemah,

terlantar yang tak terlindungi yang terjebak dalam proses sosial yg tak terelakan itu merebak ke pinggiran kota perdgangan Mekkah. Dalam demikian hancurnya stuktur masyarakat kesukuan, mereka harus dilindungi. Dengan demikian hancurnya stuktur kesukuan kota Mekkah bertanggung jawab terhadap terbukanya pintu ketegangan sosial. Sementara itu monopoli perdagangan sedang muncul di Mekkah. Muhamad bergabung dalam koalisi ini. Dan selalu merasa bangga dengan koalisi tersebut.

Pengalaman masa anak-anak ( dagang ke Syiria ), masa remaja ( perang antar suku ), dan masa dewasa ( pengalaman berorganisasi ) telah membentuk diri Muhamad danatas kejujurannya Muhamad menikah dengan khadijah binti khuwailid, janda dua kali ia merupakan orang kaya dan pengusaha terkemuka, matang dan pengalaman. Dimana pertemuan dg khadijah pun berawal dari usaha perdagangan Khadijah yg dipasarkan oleh Muhamad dgn hasil baik dan memuaskan.

Perubahan sosial yang pesat di masyarakat kota yg tumbuh cepat tidak di imbangi dasar spiritual  yg kukuh kemajuan perdagangan yg canggih berlangsung di tengah agama primiif yg kasar. Pemujaan nilai kesukuan dan embek-embelnya hanya melahirkan golongan yg tersingkir karena tidak kuat berpagang pd nilai yg kau ini. Mengumbar semangat balasdendam hanya menyalurkan nafsu kekerasan yg primitif untuk berkelahi tanpa fikir penumpukan kekayaan yg berlimpah, berlangsung di tengah kemelaratan peradaban kota Mekkah yg lebih moderen tdk kuat menahan nilai moral yg panas ini. Tidak ada satu rem moral yg sifatnya mutlak utk menahan laju penindasan dan memberikan tempat lebih lapang bagi keadilan.”Di dalam sistem moral zaman  jahiliyah.” Kata Toshihiko Izutsu,” yang lemah dan tertindas, budak dan rakyat jelata, sedikitpun tdk punya jatah. Dalam kejayaan kehormatan yg di oper dai generasi-kegenerasi.” Agama berhala yg ringkih itu tak mampumenopang tertib moral yg diperlukan. Manusia jadigelisah dantak seorang punyg tahu kemana mereka akan hanyut.

Ego masyarakat kota atau modern yg tanpa iman meleps dan mengabaikan semua pejanjian sakral antara manusia dengan jiwa primodial tlah dirusak oleh manusia kota tersebut ,yang tidak punya minat utk melihat Allah melalui iman dan pepasrahan dan kesaksian terhadap kebenaran, tidak hanya pada masyarakat kota Mekkah ini, tetapi pd masyarakat kontenporer ini. Tanpa benang transparan kepercayaan saklar dalam dirinya,manusia akan menderita. Bahkan bisa-bisa ia tidak memiliki  kepercyaan terhadap manusia lain, atau bahkan pd dirinya sendiri.

Pada kondisi itu, ada pula usaha mendobrak tata sosial yg terbelakang ini. Mereka bergabung dlm kelompok hanif, yang menurut Ibnu Ishaq ” scara rahasia memisahkan diri dan sepakat memelihara hubungan dlm ikatan persahabatan”. Mereka mengajak orang utk kembali Keajaran Nabi Ibrahim a.s. menentang patung, bukan Yahudi, bukan nasrani, melaikan agama fotrah. Zayb bin Amr ( paman umar bin khathab ) ialah salah satu pemeluk teguh agama ibrahim ini. Ubaidillah bin jahsy, menantu Abu Sopyan menantang berhala serta mencela pengorbanan kepada dewa. Kemudian ada Waraqah bin Naufal, sepupu khodijah yg pantang terhadap minuman keras, pindah keagama Nasrani dan mendalami kitab Injil dan Taurat. Waupun ada laporan bahwa ia seorang pemikir bebas yg acuh dan agnostik (meragukan tuhan). Selebihnya adalah Abu Dzar Al- Ghifari, Usman Bin Mad’zun dan Umayah Bin Abi Salt.

Muhamad sendiri terbawa oleh arus perenungan tentang nasib manusia sekitarnya. Menjelang usia empat puluh tahun. Ia tanpak sering menyendiri, terkadang menelusuri gurun pasir di tepi lebah Mekkah, berjalan di sela perbukitan batu. Jauh dari hiruk pikuk kota. Sering ia terjaga dari tidurnya dan melewatkan sisa malamnya di keheningan gurun. Malam bagaikan arena tempat perjumpaan rasio dan emosi, pikiran dan perasaan. Tetapi yg dicari Muhamad tetapi sebuah misteri jagat raya trava yg tak pernah diselami orang. Dan tempat yg biasa digunakan. Muhamad utk melakukan tahanuth. Selama beberapa hari setiap bulan dan sepanjang bulan ramadhan adalah Gua Hira. Dan di tempat ini pulalah Muhamad menerima wahyu pertama (Q.S. 96: 1-5).

Agama apapun yang membawa ciri-ciri asal-usul kelahirannya, sekalipun agama itu agama wahyu. Ajaran agama islam sebagian di nyatakan dalam al- quran utk mengutus seorang pembimbing atau  seorang pemberi peringatan ketikasuatu masyarakatmenghadapi krisis sosial dan krisis moral. Muhamad ipilih sebagai instrumen kemaha bijaksanaan Allah utk membimbing dan membebaskan rakyat Arabia dari krisis moral dan krisis sosial yg lahirdari penumpukan kekayaan yg berlebih-lebihan, sehingga menyebabkan kebangkrutan  sosial islam bangkit dari setting sosial Mekkah, sebagai sebuah gerakan keagaman ,namun lebih dari itu ia ssungguhnya gerakan transformasi dng implikasi sosial ekonomi dan politik yg sangat mendalam islam dgn kata lain merupakan tantangan serus bagi kaum monopolis Mekkah.

PERIODE MEKKAH

3.1   Sikap Dan Tindakan Permulaan Kerasulan: Dari Proklamasi Kerasulan Hingga Dakwah Terang- Terangan

            Sudah menjadi kesepakatan bahwa dalam tahap awal kenabianya, tidak ada tantangan dari kaum Quraisy, dan banyak pengikut islam yg tidak diganggu Ibnu Ishaq menytkan bahwa Muhamad mengajar agama dgn bebas, sampai “Allah mengutuk berhala kaum Quraisy”. Hal ini dikarenakan ajaran yang paling awal disampaikan adalah :

Pertama, tentang sifat-sifat Allah (Q.S. 55:26.27 dan 51),

Kedua, Berbuat kebajikan dan menjauhi kejahatan (Q.S. 96: 6-7. 74:4-5),

Ketiga, mendirikan sholat (Q.S. 87: 14-15 96:9-12),

Keempat, mensyukuri nikmat Allah (Q.S. 96:8. 74:10),

Kelima, memberi peringatan (Q.S 15:89)

            Inilah embrio agama islam dlm beberapa waktu sebelum kaum Quraisy mulai membunyikan alarm bahaya dan melaksanakan cara-cara yg lebih keras utk menghadapi Muhamad. Ajaran trsebut tumbuh dan berkembang , sesuai dng turunnya wahyu,secara konsisten dan tetap. Maka lahirlah generasi awal yg dihasilkan dari ajaran tersebut adalah 15 orang yg digelari Assbiqunal-Awalun.

           

Langkah selanjutnya adalah menyampaikan ajaran sekaligus memberitahukan tugas dan poisinya kepasa kaum keberatannya yg terdekat (Q.S. 26: 214-15, 7:158). Maka di undanglah beberapa kerabat dan tokoh-tokoh yg berpengaruh di kota Mekkah, mereka antara lain adlah Walid Bin Mughirah, Abu Supyan, Abu Jahal dan Abu Lahab. Hasil dari pertemuan tersebut Muhamad hanya mendfat cemoohan dan cacian. Namun beliau tetap menjalankan aktifitas. Sehingga akhirnya jumlah pengikut nabi muhamad bertambah menjadi 40 orang. Melihat keadaan tersebut para penguasa Quraisy mulai merasa bising dgn ajaran nabi muhamad. Karena itu kemana mereka pergi pasti berjumpa dgn islam.sampai-sampai para pengusa itu merasa ada duri di tempat duduknya. Dan dari ajaran (baru) ini pulalah, telah terjadi perpecahan keluarga serta membubarkan perencanaan keluarga khususnya, dan pertalian saudara umumnya.

            Dari keadaan tersebut di atas membuktikan bahwa islam lebih dari sekedar sebuah agama formal. Tetapi juga risalah yg agung bagi transformasi sosialdan tantanngan bagi kepentingan-kepentingan pribadi. Hal ini dibuktikan oleh penekanaan pasa sholat dan zakat. Di arab ketika itu, langkag-langkah seperti itu ( Sholat dan Zakat ) dirasakan sbg hal baru yang sangat revolusioner. Karena itu masyarakat bisnis Mekkah yg merasa kepentingan terancam melakukan perlawanan terhadap Nabi Signipikasi transformatif dari ajaranagma islam,lebih lanjut dibuktikan oleh kenyataan bahwa ajara-ajaran itu lahir di dalam popularitas kekuatan-kekuatan sosial. budak-budak dan orang yg tidak pandai berdagang di satu pihak, dan pemuda-pemuda radikal di pihak lain, berdatu mendukung nabi para tokoh Quraisy merasakan hal itu sbagai pukulan keras bagi kepentingan mereka (Q.S. 5:42).

            Dengan demikian sangat jelas bahwa orang-orang kafir dalam arti yang sesungguhnya adlah orang-orang yg menumpukan kekayaan dan menghidupkan terus ketidakadilan serta menantangi upya-upaya penegakan keadilan dlm masyarakat pada dasarnya saat iyu Mekkah siap berada di puncak revolusi sosial. Hal ini di karenakan meluasnya jaringan perdagangan di tingkat internasional. Namun hingga muncul islam tidak ada pimpinan yg terkemuka yg mampu mengartikulasikan teori yang sistematis dan mauk akal untuk memajukan masyarakat Mekkah baik pada dataran spiritual maupun pada dataran fisik.

            Muhamad adalah orang pertama yg memikirkan proses perubahan yang terjadi dlm masyarakat Mekkah secara serius. Ia bekerja demi perubahan radikal pada stuktur masyarakat sosial Mekkah ia mengabaikam kemapnaan di kotanya, yg telah dikuasai oleh orang-orang kaya dan penguasa Mekah. Rumusan yg didakwahkan Laa Ilaaha Illallah. Nabi Muhamad tidak hanya menolak berhala-berhalayang diletakan di ka’bah tetapi juga menolak untuk mengakui otoritas kelompok kepentingan  Mekkah. Oleh karena itu, orang-orang kafir Mekah lebih merasa terusik oleh implikasi revolusi Muhamad ketimbang dakwahnya yg menentang penyembahan berhala. Semua tokoh penentang berasal dari kelas pedagang kaya yg merasa terancam otorias dan dominasi mereka. Ancaman itu dirasakan begitu serius sehingga mereka memutuskan untuk menyiksa para pengikut Muhamad kapan dan dimanapun.

3.2  Reaksi Pemerintah Kufar : Agitasi, Teror Mental, Siksa Hingga negosiasi Politik

            Seperti yang dijelaskan pada halaman sebelumnya, bahwa nilai kota (Mekah) meminta suasana tenang, bersatu, aman, dan stabil. Hal ini mempengaruhi para pengusaha senator ter sebut dalam menyingkap geakan dakwah nabi Muhamad. Selain di pengaruhi pula oleh faktor usia yang telah menua dlm sehat tersebut, sikaf-sikaf demokrat amat menonjol dlm menangani menghadapi dakwah Muhamad. Hal ini dafat terlihat pd saat kereshan memuncak, sekitar tujuh orang tokoh menemui Abu Thalib, melaporkan betapa kemenangannya telah memecah belah keluarga dan menimbulkan kerusuhan di tengah masyarakat .”kemenangan mu Muhamad tlah membuat kami porak poranda ia mengutuk tuhan-tuhan kita, menistakan agama kita dan mendakwaa leluhur kita. Engkau harus menghentikannya atau membebaskan kami dari gangguannya. Kedudukanmu sendiri sama dengan kami dlm menghadapi ini. Lepaskan dia !”kat apara utusan. Kecemasan mereka dapat dipahami oleh Abu Thalib, kedua putranya (Ali dan Ja’far) telah terlebih dahulu memeluk ajaran Muhamad. Namun untuk menghentikan dakwah Muhamad, adalah mustahil untuk dilakukan. Hal ini bukan dikarenakan hubungan emosional, darah atau nasab antara Abu Thalib dan Muhamad. Lebih dari itu Abu Thalib tahubenar keutuhan pribadi dan kejujuran Nabi Muhamad. Dan ajaran kemasyarakat Muhamad telah dekat di hatinya. Muhamad memuliakan Ka’bah dan menganjurkan orang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, melindungi yang lemah, shalat dan bersyukur serta berbuat kebajikan. Sebaliknya tamu yg tlah dilayani sebenarnya ikut bertanggungjawab atas jeadaan yg bobrok ini. Monopoli dagang telah menybabkan ia merasa hidap semakin berat dan memikirkan pula klan yg lainnya. Sudah banyak kepincangan yg telah dibuat oleh orang-orang yang kini ada dihadapannya.

            Sekali lagi mereka menemui Abu Thalib. Kali ini diserta Umara Bin Al-Walid Bin Al-Mughirah,seorang pemuda yang rupawan serta gagah perkasa,yang akan diberikan padanya seorang anak angkat, dan sebagai gantinya supaya Muhamad diserahkan kepada mereka. Dan Anu Thalib pun menanggapi tawaran tersebut dengan mengataskan “apakah kalian menyuruhku memberi makan dan minum kepada keluarga kalian dan sementara itu kalian membunuh keponakanku.

            Selanjutnya mereka datang untuk ketiga kalinya mereka datang lagi Abu Thalib. Kali ini dgn ancman dan paksaan. Bahwasanya mereka tidak akan pernah berhenti hingga Muhamad diam/berhenti atau sama-sama melawan (para tokoh -  Abu Thalib).muhamad sehingga salah satu pihak nanti binasa.dengan tekanan iini akhirnya Abu Thalib menyerah. Kali ini minta Muhamad datang lalu diceritakannya maksud seruan Quraisy, lalu katanya :”jagalah aku begitu juga dirimu. Janganlah aku di bebani hal-hal yg tak dapat kupikul”. Muhamadpun terteguh sejenak kemudian dgn jiwa yang penuh kekuatan dan kemampuan,ia menoleh kepada pamannya seraya berkata”paman demi Allah kalaupun mereka meletakan Matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku dengan maksud agar aku meninggalkan tugas ini. Sungguh tidak akan kutinggalkan. Biar nanti Allah yg akan membuktikan kemenangan itu di tanganku atau aku binasa karenanya”ya, demikian besarnya kebenaran itu demikian dahsatnya iman itu. Gemetar orangtua ini mendengar jawaban Muhamad Ternyata ia berdiri di hadapan tenaga kudus dan kemauan yang begitu tinggi di atas kemampuan tenaga hidup yang ada.

           

Aksi pertama pihak Quraisy telah melahirkan suatu sikap yg tegas bahwa sebuah komitmen tidak dapat di perjual belikan dan ditawar-tawar. Walaupun matahari dan bulan sebagai tawarannya kalau udah begitu apalah artinya harta, tahta, dan seluruh kenikmatan duniawi di mata seorang pembela kebenaran bila matahari dan bulandengan seluruh makna simnoliknya ditolak ? Lalu selesaikah komitmen/keyakinan itu diuji ?

            Seiring dengan hembusan angin lembah Mekah yg sangat  “panas” sekita tahun 616 M telah terjadi peralihan pimpinan dari generasi muida yang bergaris keras dan lebih suka berbicara dgn kekerasan di dalam menangani gerakan dakwah Muhamad. Dan Abu Jahal adalah tipe pemimpin tersebut. Maka di masa Abu jahal-lah dimulainya pengejaran dan berbagai penganiayaan fisik atas pengikut nabi korban pertama adalah keluarga Yasir dan istrinya sumayah. Yasir adalah bekas budak keturunan yunani dan ayah dari Ammar, pemuda muslim militan. Mereka digiring dan dijemur dgn pakaian besi tahan senjata tajam diterik matahari lembah Mekkah selama berhari-hari. Dan Sumayyah tewas di tangan Abu jahal.

            Seorang lain adalah Bilal bin Rabah budak sejak lahirmilik Umayah bin khalaf dari klan jumah. Berasal dari Abysinia, berkulit hitam dgn rambut sangat lebat, berusia sekitar 35 thn. Majikannya membawa ke tengah urun menelentangkannya dgn tangan da kaki terikat mengangkang dan meletakan batu di atas dadanya “Engkau boleh tinggal disini sampai mati atau mengingkari Muhamad dan kembali menymbah Lata dan Uzza “. Kata majikannya. Bilal berthan dalam siksaan ini seraya berkata “Ahad, ahad, ahad”. Inilah kisah nyata yg tak akan hilang ditelan waktu.

            Selanjutnya ecara berturut-turut mendapat giliran penyiksaan tersebut adalah Amir bin Fuhairah, lalau dua wanita, Ummu Ubais dan Zinnirah yg kemudianjadi buta. Adapun seorang gadis, budak Umar bin Khatab didera majiakan karena murtad dai agamanya “saya hanya berhenti karena capek memukulnya “. Kata Umar mengeluh. Mush’ab bin Umair dari klan Abdudar, tak luput daripenyiksaan ini. Usianya muda belasan tahun, suka disanjung karena gagah dan dari keluarga kaya raya pula. Kesalahan satu-satunya ialah ia memeluk islam. Ia disekap dalam kamar dan ketika ia bersitegang ibunya mengutuknya ia bari lepas dari semua ini ketika ikut hijrah ke Ethiopia.

            Mengapa mereka mampu bertahan ? mengapa Bilal tetap mengatakan Ahad, ahad, ahad ? inilah kekuatan sebuah keyakinan tauhid. Kekuatan itu telah menebus waktu ribuan tahun, melangkahi lembah sempit Mekkah, dan terus menerus membangkitkan energi baru yg selalu kreatif tetapi acap bersikap eksplosif. Bahwa rintangan duniawi dari penindasan hanya soal sepele, terlalu kecil untuk menghalangi semua harapan yg dijanjikan oleh kepercayaan tauhid. Lebih jauh dari itu sebenarnya mereka telah mengangkat mobilitas sosial islam dgn keteguhan dalam mempertahankan keyakinan tauhid.

            Mobilitas soaial, menurut B Barber  adalah individu-individu ( dan unit-unit keluarga mereka) yang bergerak dari satu posisi ke posisi kelas sosial yg lain di sebabkan  oleh  sesuatu yg telah mereka kerjakan atau yang terjadi di dalam berbagai interaksi sosial seperti di dalam keluarga atau yang terjadi di dalam kerja mereka, selama perang atau ekspansi sosial ekonomis pd masyarakat mereka. Dan sosok yang telah memiliki mobilitas sosial pada masyarakatislam periode awal salah satunya adalah Bilal bin rabah, yaitu seorang hamba

sahaya yang telah di merdekakan statusnya sebagai hamba sahayaoleh seorang saudagar Mekkah, yakni ABu Bakar. Karena kesalahannya memeluk islam , dia memperoleh penyiksaan dari tuanya. Setelah bebas dari bentuk perbudakan dan penyiksaan, dia menjadi orang terkenal dalam lingkungan islam. Dia menjadi orangpertama sebagai Muazin. Semasa pemerintahan Umar bin Khathab, dia memperoleh status yang sama dengan Utsman, sa’id bin Abi Waqas dan Ali dalam daftar pensiun. Sekalipun memiliki latar belakang kehidupan yang rendah, dia dikawinkan dng seorang gadis Quraisy dari bani Zuhrah. Setelah memperoleh kemuliaan dari masyarakat islam bilal berkata.”sebelum memperoleh derajat dan pangkat yang tinggi, saya adalah seorang budak dari suku Habasy”.

3.3 Sikap dan Langkah Politis Rasulullah : Hijrah Ke Abysinia

            dalam keadaan bagaimana pun menyelamatkan kemerdekaan dan kehormatan individu adalah mutkak diperintahkan. Maka ketika bangsa Quraisy terus menerus melakukan penyiksaan sampai tak tertahankan oleh para pemeluk agama islam yang baru. Rasulullah-pun sadar bahwa jalan terpendek untuk melepaskan diri dari penindasan adalah meninggalakan (sang) penindas. Di Mekah ini penganut islam telah di hardik, dipukul di jalanan dan di kaum muslimin semakin sulit bernapas. Maka dipilihlah Abysinia sbg tempat perlindungan. Abysinia adlah suatu wilayah kerajaan  yg di gambarkan Rasulullah sebagai “Negeri sahabat yang rajanya memerintah dengan adil, sampai nanti Allah meringankan kalian dari penderitaan.

             Maka berangkatlah rombongan pertama tersebut dgn jumlah 15 orang ( 11 laki-laki dan 4 wanita) menuju kota Abysina menemui Raja Negus, denganpemimpin rombongan adlah Utsman bin Madz’um. Tak lama kemudian , setelah rombongan pertama diterima  dgn baik kelompok kedua menyusul hijrah diikuti sejumlah pengikut. Sehingga jumlah semuar rombongan kira-kira 80 orang Hijrah ke Abysina ini dilakukan pada tahun ke-5 kenabian. Dengan itu maka pengikut Muhamad menjadi salah satu  pengungsi internasional pertama yang dicatat sejarah, yaitu melarikan diri dari pengejaran agama.

            Melihat pengikut Muhamad diterima dgn baik dan ramah oleh raja Abysina Negus orang-orang Quraisy cukup terguncang dgn hijrah ini. Maka merekapun mengutus Amr bin Ash dan Abdullah bin  Abi rabi’ah  dengan membawa hadiah-hadiah berhaga yg dipersembahkan pd setiap pejabat dan petinggi istana Negus. Tujuan mereka jelas : meminta penguasa setempat agar mengusir mereka pulang kembali ke mekah. Tetapi para pengungsi itu adalah orang bebas, bukan budak pelarian juga bukan Bromocorah atau pelanggar hukum, sehingga tidak ada alasan hukum utk memulangkan atau melaksanakan hak ekstradisi. Motif politik juga jelas bukan. Mungkin juga penguasa Mekah kuatir pelarian politik ini bisa berakibat buruk. Sebab Abraham pernah mencoba  menyerbu dan menduduki mekah. Maka “tidak, demi Tuhan,” maka raja Negus berkata,”saya tidak meyerahkan mereka. Tak ada orang dlm lindunganku yg menetap dalam negeriku dan berbeda dgn pendapat luar, yang mengakui saya sebagai raja, yang boleh dikhianati. Saya akan memanggil  mereka dan menanyai kebenaran tuduhan ini. Kalau memang benar, saya pulangkan mereka. Sebaliknya kalau dusta mereka akan tetap dilindungi dan memastikan bahwa mereka diperlukan layak selama dalam lindunganku”. Dari persidangan tersebut. Argumentasi y baik dan tepat dilakukan Ja’far, kaum muslimin memenangkan debat tersebut. Pertemuan selesai,para utusan menerima kembali hadiah, Lalu pulang ke Mekkah.

Pada tahun ke-5 kenabian tersiar baha Umar dan Hamzah masuk islam tidak ada keterangan yg dapat menjelskan mengapa Rasulullah berdo’a :” ya Allah perkuatlah islam dengan  Abu Al-Hakam bin Hisyam atau Umar,” juga tidak ad penjelas mengapa Allah memilih Umar bin Khathab, bahkan Ibnu Mas’ud hanya mengatakan : “Masuknya Umar adalah kemenngan. Hijrahnya adalah pertolongan, dan perintahnya merupakan Rahmat Illahi, namun telepas dai semua itu,masuknya Umar dan Hamzah telah menambah warna irisan vertikal pemeluk islam dalam masyarakat Mekkah dari atas ke bawah.

            Ada anak jutawandan elit penguasa seperti Khalid bin sa’id. Ada Arqam dari kla besar Makhzum, yg rumahnya luas sampai bisa menampung empat puluh orang.ad golongan paling lemah,seperti Khatabbiun. Araat si pandai besi. Ad budak hitam seperti Bilal dari afrika,da kulit putih yg lahir dan perpendidikan Romawi,seperti Suhayl bin Sinan, ada wanita terpandang seperti Khadijah, ada pula yang melarat seperti Sumayyah. Ada wirasuasta internasional seperti Thalhah bin Ubaidillah, ada pula yg Cuma tukang khitan seperti ibu dari Khatab bin Arrat, dan dengan masuknya Umar dan Hamzah membuktikan bahwa penganut islam awal adalah “kelas tertindas” adalah tidak tepat.

            Bujukan dan persuasi telah dilakukan debat dan dikusi mengalami kegagalan. Segala upaya dan strategi  telah dicanangkan, malah menghasilkan islamnya Umar dan Hamzah.sungguh sebuah ieologi atau keyakinan bila telah tertanam dalam jiwa dan hati seseorag tidak akan tercabut lagi . walaupun tubuh terkoyak oleh berbagai siksaan. hidup tak menentu dan penuh kecemasan. Semuanya seakan-akan tak pernah dirasa dan terjadi.namun ideologi yg paling rumit sekalipun tak lepas dari pengaruh dapur, perut dan ekonomi. Beitulah pemikiran pemuka Quraisy pemeluk islam akan lari dari agamanya bagai semut dikejar api. Maka sangat ekonomipun diterapkan.

            Melihat isi piagam/dokumen pemboikotan/pemberhentian jalur perdagangan jual beli makanan dan memutuskan hubungan sosial tersebut, seperti telah menjadi hukum internasional dlm menangani situasi eperti ini. Dokumen yg digantung di muka ka’bah memberika ancaman kepada siapa sajayg mengkhianati dokumen tersebut. Strategi ini cukup berhasil hampir seluruh pedagang, pengusaha Mekah tidak maumelakukan perdagangan kepada bani Hasyim . dan masyarakat tidak mau lagi (takut) untuk bergaul dengan mereka. Lambat laun kelaparan mulai menjadi penderitaan sehari-hari.belum lagi masalah kepanasan dan kedinginan. Sudah tidak dapat digambarkan lagi bagaimana kekejian yg diterima selama ini dan hal itu dirasakan bukan dlm masa waktu sehari dua hari,melainkan sepanjang hari selama tiga tahun. Dalamkeadaan seperti ini Rasulullah hanya memberi sedikit “Energi” : ”Demi Tuhanmu, tabahkanlah hatimu”. Tuhanmu tidak meninggalkan juga tidak merasa benci.

            Dokumen/pigam tersebut telah menjadi pembicaraan politik serta menjadi berita utama bagi masyarakat Mekkah selama tiga tahun. Tidak sampai di situ saja seluruh klan Hasyim pun di giring masuk Syi’ib. Sebuah pelataran sempit yg dikelilingi dinding batu terjal lagi tinggi dan tidak dapat di panjat. Letaknya di kaki bukit Abu Qubays,bagian Mekah sebelah Timur Orang hanya dapat masuk dan keluar dari sebelah Barat  melalui celah kecil/sempit setinggi kurang dari dua mete, yang hanya dapat dilewati unta dengan sussah payah.

 

3.4  PERISTIWA-PERISTIWA PENTING SEBELUM HIJRAH

3.4.1   Wafatnya Khadijah Dan Abu Thalib

            Belum usai rasa syukur atas berakhirnya boikot selama tiga tahun paman Rasulullah, Abu Thalib dan istrinya Khadijah wafat. Dalam buku sejarah mana pun dua nama ini tidak pernah lepas dari catatan. Seakan-akan dua nama tersebut merupakan rangkaian penting dari perjalanan gerakan Nabi Muhamad.beitu pentingkah ? Abu Thalib adalah keamanan, keselamatan dan beberapa lai. Sulit membayangkan nasib pengikut nabi muhamad tanpa orang ini. Ia juga merupakan  motif utama (pada awal kenabian ) kemenangan agama dan psikologis bagi pengikut nabi Muhamad olrh karena itu meninggalnya. Paman Nabi Muhamad Abu Thalib dlm usia tujuh puluh tahun itu adalah pukulan keras bagi Muhamad baik secara pribadi sebagai keponakan maupun dalam kedudukan sebagai Nabi penyebar ajaran islam ia kini rentan posisinya lemah,tiada lai dukungan moril dan kekeuatan.

            Khadijah adalah istri yang telah mendampingi dan menjadi bagaikan dinamo penggerak. Dari seorang janda kaya terkemuka ketika menikahi Muhamad berubah menjadi seorang ibu tua yang “dimiskinkan” oleh perjuangan suaminya yg kini hidup bagai buron ia adalah pemeluk pertama yang tak pernah mencicipi kekayaan yg dibawa suaminya pada dasawarsa kemudian, ketika seluruh jazirah Arab memeluk Islam dan Muhamad dieluk-elukan dimana-mana. Bagi Muhamad keperiannya berarti kehampaan.

            Meninggalnya Abu Thalib dan khadijah dalam satu bulan menjadi pukulan beruntun atas pribadi Muhamad. Abu thalib memberinya kasih sayang, yang menguatkan dan mendinginkan hatinya yg bagaikan dinamo menggerakan kekuatan dari masa duka, tahun kesedihan masa kelabu dalam sejarah perjuangannya (manusiawi bro).

            Dengan wafatnya Abu Thalib berarti kepemimpinanklan Hasyim kosong,sedangkan orang yg akan berpera dalam kepemimpinan klan Hasyim ada dua orang paman lagi yaitu. Abbas bin Abdul Mutholib dan Abu Lahab. Abas adalah paman nabi Muhamad saw. Yang menjabat pengurus kebutuhan air untuk para jama’ah haji. Ia lebih banyak terlibat dalam urusan dagang yang maju pesat serta mengadakan perjalanan kafilah. Ia bersikap netral dalam mengsikapi Muhamad, tidak menentang islam sekeras kakanya Abu Lahab, namun tidak membela seperti kakaknya yang lain Abu Thalib. Sedangkan yang kedua adalah pamanya yg terkenal, Abdul Uzza alias Abu lahab. Ia kakak Abbas yg terpilih menjadi pemimpin klaan menggantikan Abu Thalib, terutama karena dorongan kelompok dewan sesepuh lain yg berpengaruh dan menganut  garis keras, seperti Abu Sofyan ipar Abu Lahab sendiri. Terpilihnya Abu Lahab sebagai ketua klan Hasyim merupakan pukulan keras ketiga ke wajah Muhamad.

3.4.2   Isra’ Mi’raj

            Beberapa pandangan dan argumen bermunculan di dalm menjelaskan Isra’ Mi’raj secar fisikpara teolog muslim telah banyak berspekulasi tentang pengalaman ke langit ini, sebab hal ini menimbulkan beberapa kesulitan untuk memecahkannya. Pertama-tama harus dijelaskan apkah Muhamad mengalami perjalanan ini secara jasmani atau rohani, kata istri Nabi Muhamad. Aisyah “bahwa jasmaninya tidak hilang” ditentang oleh banyaknya

 

kecendrungan untuk mengklaim perjalananbahwa perjalan ini benar-benar terjadi secara jasmani. Bagi Mazhab Mu’tazilah. Seluruh peristiwa itu sebagai suatu penglihatan hati mungkin suatu perjalanan rohani. Edangkan kaum ortodales, seperti Thabrani Mutassir kenamaan Al-Quran awal abad ke-10  berpendapat bahwa sebagaimana ditekankan  oleh Thabrani, demnagan jelas mengatakan bahwa “Allah telah memperjalankan hamba-nya pada malam hari” bukan “ jiwa  hambanya”.

            Kalangan Sufi, melihat prjalanan Nabi ke langit itu merupakan pentasbihan sejati nabi.mereka mengkaitkan kata”islawa” (ia beriri tegak) dalam surat  53:6, bukan kepada yang dilihatkan Nabi tetapi kepada Nabi sendiri. Begitu frasa”dia semakin dekat dan turun” (Q.S 53:8) diartikan Muhamad yg telah ditasbihkan turun kembali pada umat yang dicintainya utk memandu mereka. Penatsiran ini sekaras benar dengan uraian-uraian kemudian tentang perjalanan Religius yg ideal sebagimana tercontoh oleh nabi. Dia siap turun kedunia setelah mengalami berada dikehidupan Allah untuk   menyampaikan apa yg telah didapatkan disana. Didorong dan disucikan oleh tatap muka dengan Allah yg tidak dapat diungkapkan, dia mencoba mengubah kondisi dunia.

            Para teolog muslim dan sejarahwan agama barat akan sepakat dalam penafsiran tentagan pejalanan ke langit itu terungkap dengan baik sekali perbedaan mendasar antara tipe-tipe mistikal da profil agama, suatu perbedaan yang sedemikian ringkasnya dipadatkan oleh Muhamad Iqbal. “Muhmad dari Arabia naik ke lanngit dan kembali. Demi Allah aku bersumpah, kalau aku seperti dia tentu aku akan mau kembali”. Kata-kata ini dengan jelas merujuk kepada sikap kaum Sufi dan Nabi terhadap pengalaman Iilahiyah, dan konsekuensinya bagi hubungan dgn dunia dan para penmghuninya.

            Selanjutnya kaum moderenis islam  (terutama Iqbal) ketika membahas perjalanan ke langit itu telah menunjukan bahwa Muhamad dapat berbicara dgn Allah dlm suatu hubungan. Aku dan kau. Bagi iqbal hal ini merupakan suatu koreksi amat penting atas doktrin kesatuan wujud (Wahdat Al-Wujud) yg terkenal itu legenda pengalaman ke langit itu menegaskan bahwa Allah bukanlah suatu prima causa yang bisa lagi terpencil, namun benar-benar suatu kekutan personal yang dapat disapa dan dengan demikian membuktikan bahwa  ada kemungkinan dialog dalam do’a yg terdiri dari sini suatu koreksi amat penting atas doktrin kesatuan wujud. Begitu penting lainya seakan-akan Ista’ Mi’raj yang memberi pengaruh terhadap peristiwa Aqobah. Isra’ Mi’raj telah memotivasi sekaligus spirit terhadap Muhamad untuk mengubah kondisi dunia.

3.4.3   Bai’ah Aqobah I dan II           

            Aqobah hanyalah sebuah bukti tak ada yg menarik disana tetapi kini Aqobah menjadi tempat yangamat monumental dalam perjalanan gerakan  dakwah Rasulullah karena di bukit Aqobah itulah muatan politik dari gerakan ini dipancangkan. Di bukit ini pulalah Rasulullah memperjelas dan mempertegas alur politik gerakanya dihadapan sekitar 73 orang sahabat, dan kedepannya peristiwa di bukit Aqobah tersebut menggemparkan masyarakat Mekkah. Bukit Aqobah selanjutnya telah menjadi pembahasan sekaligus strategi politik yg amat penting bagi sebuah gerakan yg mengatas namakan sebuahb gerakan islam. Bai’ah adalah menyamkut fungsi-fungsi derajat bukit ini pada musim haji tahun ke-12 kenabian pada Bai’ah yang pertama dihadiri 12 orang dari suku Aus dan Khazraj ini melahirkan 7 ikrar

 

Aqobah I, setahun kemudian terjadi lagi bai’ah Aqobah yang ke-2 di bukit yang sama. Kali ini dihadiri 73 orang laki-laki dan 2 oranng wanita, 62 orang dari kabilah Khazraj dan 11 orang dari kabilah Aus, sedangkan kedua perempuan tersebut adalah Nasibahbin Ka’ab dari bani Najjar dan Asma bin Amru dari bani Salamah. peristiwa yg dihadiri pula oleh paman Nabi Abbas bin Abdul Muthalib melahirkan 3 janji setia/ikrar Aqobah II.

            Bai’ah Aqobah merupakan kontrak sosial sebagai cikal bakal lahirnya sebuah masyarakat dan ia juga merupakan kontarak politik, dimana dengan dikibarkanya bai’ah berarti telah jelas pola kepemimpinan antara pemimpin dgn masyarakatnya. Dan dengan bai’ah ini pula seseorang memiliki wewenang dan kekuasaan dalam memimpinnya. Ringkasnya di bukit Aqobah pula pengikut rasulullah memberikan kekuasaan secaara politis dan mereka siap mendengar, mentaati, menjaga serta membela kepemimpinan tersebut sebagai konsekuensi politik dari bai’ah itu sendiri. Serta menorbankan apa yang mereka miliki dan cintai demi terselamatkanya Qiyadah itu. Demikian Rasulullah telah menjadikan kontrak “politik” sebagai langkah awal gerakan politiknya di bukit Aqobah guna meraih kedaulatan politik di Mekkah.

3.4.4   Rencana Pembunuhan Rasulullah   

            Peristiwa Bai’ah Aqobah, keesokan harinya telah menjadi pembicaraan serius para tokoh politik Quraisy. Suatu keseriusan yang sangat beralasan, karena dengan Bai’ah tersebut sekutu penduduk Yatsib itu menepatkan Nabi Muhamad sangat kuat. Dan bagi yang waras pikirannya, keturunan Yaman ini harus ditakuti, karena mereka serdadu sejak lahir, dalam arti yg sebenarnya. Apalagi Madinah adalah wilayah yang jadi satu, tanpa pemisah, dengan penduduk yang gagah berani. Persekutuan  ini dapat mengancam lalau lintas kafilah, tempat mereka menggantungkan makanan dan minum kekayaan dan harga diri mereka. Sementara itu para “pemberontak”  yang telah memahami rencana strategi dari manifesto politik Rasulullah, mulai mengosongkan Mekah. Mereka berangkat  secara sendirian atau rombongan. Gelombang demi gelombang, menuju tempat aman yastrib Tuan rumah telah mengisyaraykan akan berbagi makanan dan tempat tinggal dengan mereka. Rumah dan tempat tinggal tak penting, semua ditinggalka. Dan Abu Bakar pun sudah berniat pula mengikuti jejak mereka semua, ketika ia minta izin kepada nabi, beliau menjawab dengan cara bersungguh-sungguh mengingat situasi  yg demikian kritis, jangan tergesah-gesah.”Mudah-mudahan Allah memberikan untukmu seorang teman !”Abu Bakar tidak menjawab dan tidak pula meminta penjelasan lebih lanjut memang dalamkeadaan seperti ini dimana segala sesuatunya harus diatur, terjaga dan diselamatkan adalah bukan pada tempatnya untuk meminta penjelasan dan beritanya. Maka dgn demikian yg tersisa hanyalah Rasulullah sendiri, Abu bakar  dan sorang pemudayg gagah berani : Ali bin Abu Thalib.

            Pada sisilain para tokoh Quraisy di tengah kekawatirannya atas peristiwa Aqobah melaksanakan persidangan (musyawarah)  yg bertujuan mengamankan masyarakat Quraisy  dari ancaman gerakan politik yg dipimpin Muhamad. Saat ini Muhamad bukan lagi dipandang sebagai seorang “guru ngaji”, bukan pula ooposan apalagi  “gerombolan” yang hanya menghasut masyarakat. Tapi saat ini Muhamad dan gerakan lebih hebat lagi dan bebahaya dari semua. Karena hanya satu yg diinginkan Muhamad saat ini, esok dan seterusnya, yaitu menegakan kedaulatan politik Robb-nya dan Muhamad sendiri sebagai

 

penerjemah dari kedaulatan itu sendiri, Laa Ilaha illallah, Muhamadarrosulullah. Oleh karena itu sidang harus merumuskan tindakan yang akan diambil guna menghancurkan Qiyadah yg baru saja dikukuhkan.

            Persidangan yang dilakukan di Daarun Nadwah, telah melahirkan usulan dari peserta sidang Usul pertama, menyarankan agar Muhamad dikenakan hikuman kurungan ruji besi dan menunggu sampai  nasib merenggut. Usul kedua bertujuan mengasingkan Nabi Muhamad dari negerinya,tanpa memperdulikan apa yang akan menimpa dirinya di perjalanan yang penting dia lenyap dari mata Quraisy dan mereka bebas dari Muhamad. Usul tersebut oleh sebagian orang peserta sidang ditolak, karena memiliki beberapa kelemahan.alasan utk usul yang pertama dikhawatirkan rahasia tersebut akan bocor kepada sekutunya lalu menyerang dan membebaskan Muhamad dari tahanan dan menghancurkan Wibawa  bangsa Quraisy. Sedang untuk yang kedua mereka memahami bentuk bahasa dan daya tarik ajaranya yang begitu kuat, dengan model itu mereka yakin ia pasti akan memenangkan hati dan pikiran peghuni gurun ini, mereka perlu rencana lain.

            Kemudian Abu jahal berkata,”demi Allah dalam masalah ini saya punya pendapat yang belum pernah kalia kemukakan”, mereka bertanya ,”apa hal Abu Hakam ?” Abu jhal menjelaskan .”sayaberpendapat, supaya kalian mengambil seorang pemudayang berpendudukan terhormat perkasa dari setiap suku kabilah Quraisy kepada masing-masing pemuda tersebut kita berikan sebilah pedang yang ampuh, kemudian secara bersama-sama mereka serentak membunuhnya jika pembunih ini berhasil maka tanggungan atas kematianya rata diantara semua suku kabilah Quraisy. Saya yakin orang-orang bani Hasyim tentu tidak akan berani melancarkan pembalasan terhadap semua orang Quraisy. Dengan demikian maka hanya ada satu kemungkinan bagi mereka, yakni menuntut pembayaran Diyat (ganti rugi) dan hal ini dapat kita tunaikan dgn mudah. Maka keputusan segera dikukuhkan dan musyawarah bubar.

            Terlepas dari tepat dan tidaknya ketiga usulan tersebut yang pasti terlihat semakin memperjelas dalam mengambil sikap politis terhadap gerakan Muhamad. Ketiga usulan tadi semua sama dalam pandangan dan sasaran , yaitu Muhamad. Mengapa Muhamad-lah batang tubuh dari politik geraka islam  waktu itu esok dan kini. Untuk menghadapi “gerakan  politik” Muhamad akan selalu sama kebijakan maupun kesepakatan politik baik secara militer atau apapun namanya, Qiyadah atau batang tubuh adalah sasaran yang harus “penjarakan, diasingkanyang akhirnya dibunuh dan di hancurkan. Antara Muhamad dan Qiyadah, batang tubuh gerakan politik bagaikan pinang yang tidak terbelah.

            Maka selanjutnya terbentanglah rangkaian peristiwa, yang mengungkapkan kepiawaian intelegensi Rasullullah yang menghabiskan sebagian besar usianya dilingkungan masyarakat badui yang sederhana dan tidak pernah mendengar peristiwa-peristiwa politik. Sebuah strategi pengamanan (securitas) yang jitu diterapkan, seakan-akan menegur kita bahwa qiyadah dan manifestopolitik bukanlah masalah biasa sederhana sehingga kita terlena dan acuh untuk mengamankan tapi sebaliknya qiyadah dan manifesto politik adlah perkara  besar sebesar pemilik-pemilik qiyadah dan manifesto itu sendiri (Q.S. 75:1-9). Dan strategi pertama dilakukan dirumah sendiri yaitu ketika para pemuda dengan pedang terhunus siap membunuh nabi. Di tengah-tengah situasi seperti itu , seseorang laki-laki datang dengan pedang terhunus siap membunuh Nabi. Di tengah-tngah situasi seperti itu,

 

seorang laki-laki datang kepada mereka, dan bertanya “apa yang kalian tunggu-tunggudi di sini ?” Muhamad”.”menjawab mereka “ Allah telah membutakan mata kalian “. Kata laki-laki itu, demi Allah, Muhamad telah keluar”, tidak  Muhamad belum keluar, dia masih ada di tempat tidurnya kalau tidak siap gerangan yang berada di tempat tidurnya dan mengenakan burdah hijaunya  ? ketika fajar mereka terkejut mereka melihat Ali terbangun dari tempat tidur Muhamad. Sungguh tipu muslihat yang luar biasa!!!….

3.4.5  Hijrah Ke Yatsrib

            Sejarah pun dimulai kanilah yang terdiri dari dua ekor unta itu melanjutkan perjalanan dgn seorang pemandu. Abdullah bin Arqad. Dan peristiwa yang monumental yg telah memberi wana terhadap gerakan politik Muhamad telah  dimulai dirumah Abu bakar, ketika pintu rumah Abu bakar di buka dan satu tapak kaki keluar dari pintu tersebut Hijrah pun menjadi sejarah politik gerakan ini.

            Mekah kota kakek, keluarga dan tempat kelahiran nabi berada dalam kekuasaan orang-orang Quraisy dan Nabi selama masa perjuangannya berada di balik dindingdinding yg dikuasai oleh orang Quraisy dan di bawah atap-atap yg berat tidak berhasil membuka jendela dunia luar tetap seperti itu dan mati, atau menyingsingkan lenga baju untuk hijrah dalam rangka menyelamatkan kebebaasan dan keamanan serta menunaikan risalah iilahiyah yang maha penting itu.

            Hijrah merupkan pemutusan keterikatan masyarakat terhadap tanahnya bisa mengubah pandangan manusia terhadap alam dan menubahnya menjadi pandangan yang luas  dan menyeluruh yg pd akhirnya hilanglah kejumudan. Serta hilang pula kemorosotan sosial, pemikiran dan perasaaan sehingga masyarakatyg jumud itu menjadi masyarakat yang dinamis. Sednag hijrah itu sendiri pada dasarnya adalah geakan dan loncatan besar manusia. Hijarah bukan lah suatu perjalananyg biasa dilakukan setengah-setengah. Hirah adalah perjalanan untuk memutuskan segala hubungan. Hijrah  adlah  kondisi kebebasan manusia “untuk menemukan dirinya” yajni usaha manusia untuk menentutkan jati dirinya dia dan keyakinan berada di satu sisi, sedang seluruh alam berada di sisi lain.

            Ada beberapa kisah yg wajib di contoh dari peristiwa hijrah ini sebelum Abu Bakar dan Rasulullah keluara rumah. Aisyah berkata,”Biasanya Rosulullah SAW. Selalu datang kerumah Abu Bakar  di pagi hari atau sore hari, kecualiketika beliau diizinkan berhijrah dari Mekah meninggalkan kaumnya. Rosulullah lalu datang,pada kami dipertengahan hari pada saat yg tidak biasanya beliau datang, lalu Abu Bakar mempersilahkannya duduk dan bertanya Namun Muhamad meminta Abu Bakar menyuruh Asma dan Aisyah meninggalkan ruang, sang ayah menyatakan tak usah karena mereka dapat dipercaya, slesai berbicara keduanya keluar dari pintu belakang rumah Abu Bakar.

            Datang mendadak pada waktu yg tidak biasanya menyuruh kedua wanita meninggalkan ruang pembicaraan serta berangkat melalui pintu belakang bukanlah gambaran dari sifat penakut. Tapi itulah pengamanan serta itulah intelegensi seorang militer Dan karena ini adalah hijrah, bukan transmigrasi atau piknik, inilah peristiwa po0litik terbesar kedua setelah. Aqobah bahkan hijrahlah yang menentukan langgeng atau tidaknya, hacur atau kokohnya manifesto politik itu sendiri. Sehingga untuk mengawali perjalanan ini,

 

Rasulullah hanya memberikan kepercayaan kepada Abu Bakar orang yang paling dipercaya, Rosulullah menyuruh mereka keluar ketika membicarakan tentang keberangkatannya.

            Lepas dari untaian pertama di rumah Abu Bakar bukan berarti Rosulullah telah bebas mengendorkan  sisi keamanan bahkan securitas dan sisi integritasiaRosulullah-lah yg menyebabkan hijrah ke Madinah.

            Tetapi mereka menuju ke goa tsur mengapa ? Di sinilah sekali lagi kecemerlangan dan kecermatan securitas dan itegritasia Rasul di buktikan karena goa tsuritu terletak di ssebelah selatan kota Mekah bukan di jalur menuju Madinah yg kemungkinan besar sedang diawasi, sebagimana dikatakan oleh Mubarakfury, karena Nabi mengetahui bahwa Quraisy akan mencarinya dan jelas bahwa yang pertama sekali akan diawasi adlah jalan utama ke Madinah yg menuju kearah  utaram, maka nbi menempuh jlan yg sama sekali berlawanan arah, yaitu  jalan yang terletak di sebelah selatan Mekah yg menuju ke yaman. Nabi menempuh jalan ini sekitar 5 mil sampai di bukit yg terkenal, sebuah bukit yg sangat tinggi dan sulit utk jangkau karena banyak bebatuan yg mengakibatkan luka pada kaki Rasul. Akhirnya mereka pun sampai ke gua Tsur pada hari jum’at 12 seotember 622. 

            Untuk mendukung perkembangan mereka siasatpun dilakukan kembali Amir bin fuhairah bekas budak diperintahkan Abu Bakar agar menggembalakan ternaknya di siang hari  dan menjelang malam ia di suruh menghilangkan jejak, Abdullah yg setiap ahri datang ke gua untuk memberikan informasi perkembangan situasi Mekah.  Begitu juga dgn Asma dan Aisyah yg setiap hari datang utk memberikan makanan kepada Nabi dan Abu Bakar sekaligus menghilangkan jejak. Lagi-lagi Rasulullah telah membuat kita terpesona dgn kepiawaiannya mengatur siasat. Namun yg terpenting dari peristiwa tersebut  adlah peran dari Amir bin Fuhairah ia hanyalah seorang buak dan pengembala kambing tetapi berkat kmampuannya melaksanakan tugas ia tidak hanya menyelamatkan diri Muhamad dan Abu Bakar lebih dari itu telah menyelamatkan diri dari batang tubuh gerakan politik itu. Sampai di sini sulit utk membedakan keberanian Amir bin Fuhairah dgn Khalid bin Walid sang panglima perang atau sahabat-sahabat yg lainya dalam kaitanya dgn gerakan ini, ia dengan dombanya telah berhasil memanjangkan eksitensinya sebuah batang tubuh “Gerakan Malam” ini mungkin terlalu berlebihan bila penulis mengatakan “kadaulatan politiksepertinya tak akan pernah tegak di kota Mekah, tanpa peran serta Amir sgn domba-dombanya” tapi inilah kenyataan yg sangat luar biasa.

            Selain memasang sayembara 100 ekor unta bagi yg dapat membawa pulang Muhamad atau memberi keterangan yg menyebabkan ia dapat tertngkap. Pelacakan pun dilakukan hingga pada suatu saat mereka sampai ke mulut gua,di mana Rasul dan Abu Bakar berada. Inilah peristiwa yg cukup menegangkan selama dalam persembunyian sehingga Abu Bakar berkata setelah melihat laki-laki berjalan ke arah ghua “Wahai Rasulullah ia pasti melihat kita” Nabi menjawab “Tidak sesungguhnya para malaikat menutupi kita dengan sayap-sayapnya”. Dalamriwayat Bukhari disebutkan “ Abu bakar berkata. Wahai Nabi seandainya salah seorang dari mereka melihat ke bawah niscaya akan melihat kita” Nabi Muhamad menjawab “ Wahai Abu Bakar di samping kita ada Allah sebagai pihak ketiga. Sebuah jawaban yg keluar dari Rububiyah telah menyadarkan kita bahwa sehebat apa pun kita. Ia adalah Yang Maha pintar, Maha Berilmu dan Maha Membuat Rencana atau Siasat . maka pada saat kritis itulah atau pada saat batang tubuh qiyadah nyaris dalam genggaman

 

thogut kehendak ilahi bertinadak (Q.S. 9:40) maka selamatlah Rasulullah dengan seluruh konsep gerakanya.

            Tiga hari lamnya Rasulullah berada di gua setelah mendapatkan informasi terakhir kota Mekkah mereka melanjutkan perjalanan ke mana ? Langsung ke Madinah-kah ? Tidak….tetapi mereka menuju Quba karena mereka telah ditungguan oleh Ali bin Abi Thalib. Nabi berdiam selama 4 hari dari senin hingga kamis. Lalu atas saran Ammar bin Yasir membangun Masjid di Quba yang terkenal itu. Inilah mesjid pertama dalam sejarah islam dan Nabi-lah yang meletakan batu pertama di kiblatnya, tang kemudian diikuti Abu bakar. Ke esokan harinya. Hari jum’ Rasulullah meninggal menuju Yastrib dan masih didampingi Abu Bakar.

 

 

 

 

        

           

 

 

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s